Bedog Art Festival 2014

Jember Traveler

Bedog Art Festival. Kupacu kuda besi kesayangan menghempas angin setelah matahari menutup mata. Jalanan aspal hitam dan lampu lalu lintas menyapaku di tengah hingar bingar kendaraan. Kendaraan yang sudah lama berlabuh di lahan parkir, sang tuan yang sedang mencurahkan tenaga dan pikiran untuk mencari sekantung emas kini akan kembali pulang ke istana kecilnya. Cahaya lampu kota mulai memancarkan harapan, menghangatkan Jogja yang dilanda kebengisan dingin kemarau malam hari.

Jogja yang dari dulu kala terkenal dengan keramahan dan tempat sandaran hati, tak kutemui malam itu. Entah sibuk atau enggan menemaniku juga tak kuketahui dengan pasti, biarlah misteri itu menjadi harta karun yang tenggelam di dasar palung samudra kehidupan. Bunga di atas karang pun dapat mekar dengan indah tanpa ada yang menanamnya. Layaknya bunga itu lah dahagaku akan pengetahuan budaya. Aku membulatkan hati untuk menonton pertunjukan skala internasional itu seperti sebatang kara. Seakan hidup itu seperti aku, aku, aku dan dunia.

View original post 480 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s